Media Online Lensa Kebenaran | “Menembus Tabir, Menegakkan Fakta” TEGAS & TAK KOMPROMI! DITRESSIBER POLDA JATIM BONGKAR PENGKHIANATAN DIGITAL: 260 WEBSITE SEKOLAH & NEGARA DICURI, DIJUAL DI TELEGRAM UNTUK JADI ALAT JUDI ONLINE

TEGAS & TAK KOMPROMI! DITRESSIBER POLDA JATIM BONGKAR PENGKHIANATAN DIGITAL: 260 WEBSITE SEKOLAH & NEGARA DICURI, DIJUAL DI TELEGRAM UNTUK JADI ALAT JUDI ONLINE



  SURABAYA || Lensakebenaran.com— Ini adalah catatan peringatan sekaligus kemenangan yang tegas menegakkan hukum di perbatasan dunia maya! Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Timur mengungkap kelicikan luar biasa yang menodai reputasi institusi pendidikan dan lembaga negara: sekelompok penjahat siber mencuri kendali 260 website resmi, lalu memperjualbelikannya secara diadakan di pasar gelap Telegram bernama SX MARKETS—semata-mata untuk dijadikan sarang promosi judi online yang menipu dan menjangkau masyarakat.
 

BURUAN DILACAK TUNTAS, TANGAN KANAN SINDIKAT DIPERANGKAP

Di tengah kerumitan jejak digital yang sering menghilang, tim investigasi investigasi Polda Jatim mampu menembus kabut informasi hingga meringkus tersangka utama berinisial AAK, warga asal Demak, Jawa Tengah. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, menegaskan dalam konferensi pers Kamis (30/7/2026): "Ini bukan sekadar pencurian data, melainkan sabotase kepercayaan publik. Kami memburu mereka tanpa ampun! Akses ilegal terhadap sistem negara dan pendidikan demi keuntungan kotor judi adalah kejahatan yang tak terampuni."

 

MODUS LICIK TERBONGKAR: MERAMPAS, MENJUAL, MENODAI

Direktur Ditressiber, Kombes Pol. Bimo Ariyanto, SH, SIK, membedah taktik keji pelaku yang memanfaatkan sistem administrator administrator:

✅ Mengeksploitasi celah keamanan yang tidak diperbarui untuk menyusup paksa.

✅ mengambil alih hak mutlak pemilik domain sah, memblokir akses kendali.

✅ Memperdagangkan aset curian secara terbuka melalui akun Telegram khusus.

✅ Menanam subdomain berbahaya yang menampilkan iklan judi saat situs resmi dikunjungi.

“Kami memulihkan pelestarian digital yang dirampas, namun celah ini menjadi kritik keras bagi pengelola agar tidak lengah lagi,” ujar Bimo tajam.

 

LUASNYA KERUSAKAN: DARI JATENG HINGGA JATIM

Dampak pencemaran ini:

➡️ 80 Website Sekolah & 20 Perguruan Tinggi (termasuk Univ. PGRI Madiun)

➡️ 13 Instansi Pemerintah

➡️ 147 Perusahaan Swasta

Total 260 aset vital yang hampir menjadi budak kejahatan.

 

PENYIDIKAN DIPERLUAS, TERSANGKA DITAHAN KETAT

Barang bukti telah dikunci: HP, akun media sosial, transaksi keuangan digital. Tersangka kini dikurung. Namun, kepolisian tidak berhenti di sini: penyidikan terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan pembeli yang menjadi otak kejahatan ini agar tidak ada yang lolos dari jerat hukum.

 

APRESIASI DAN KRITIK DUNIA PENDIDIKAN

Bambang Eko Nugroho, SH (Biro Hukum Unipma), menyambut baik langkah aparat namun menyesali kesalahan keamanan: "Terima kasih Polda Jatim memulihkan nama baik kami. Namun, ini menjadi pelajaran pahit bahwa sistem perlindungan kita tidak boleh sedikit lemah."

 

PERINGATAN KERAS UNTUK SEMUA PIHAK:

Kepolisian bertindak tegas, namun kewaspadaan adalah tanggung jawab bersama. Jangan biarkan kecerobohan mengubah aset bangsa menjadi panggung kejahatan! Kejahatan siber akan selalu diburu hingga ke akar-akarnya!

Lebih baru Lebih lama