Polda Jawa Timur mengingatkan para orang tua untuk lebih ketat mengawasi dan menjalin komunikasi intensif dengan anak-anak mereka. Langkah ini krusial untuk mencegah generasi muda agar tidak mudah terprovokasi atau sekadar ikut-ikutan masuk ke dalam situasi demonstrasi dan kerumunan yang berpotensi ricuh.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak butuh sinergi antara keluarga, sekolah, dan kepolisian. Meskipun kebebasan menyampaikan pendapat dijamin oleh undang-undang, aktivitas tersebut harus tetap berjalan tertib, bertanggung jawab, dan bebas dari aksi anarkis maupun perusakan fasilitas umum.
Poin Imbauan Penting Polda Jatim
Pengawasan Media Sosial: Orang tua diminta aktif memantau interaksi digital anak agar tidak terpengaruh ajakan provokatif atau berita bohong di platform media sosial.
Pendekatan Edukatif: Mengajak para pelajar dan pemuda untuk berpikir jernih serta memahami risiko keamanan sebelum memutuskan bergabung dalam suatu aksi massal.
Perlindungan Masa Depan: Menjauhkan anak dari potensi tindakan melanggar hukum demi menjaga keselamatan fisik dan kejelasan masa depan mereka.
Polda Jatim berharap iklim kondusif terus terjaga dengan menjadikan keselamatan anak sebagai prioritas utama bersama.
(PS)
